· Jon Mukidi · Teknologi · 4 min read
Memahami TBW pada SSD: Cara Mengecek, Dampaknya, dan Tips Perawatan
TBW (Terabytes Written) adalah faktor penting dalam menentukan umur SSD. Artikel ini membahas cara mengecek TBW, efeknya terhadap kinerja, serta tips perawatan agar SSD tetap optimal dan data tetap aman.
Perbedaan SSD dan HDD: Mengapa SSD Lebih Unggul?
Dalam dunia penyimpanan data, Solid State Drive (SSD) telah menjadi standar baru yang menggantikan Hard Disk Drive (HDD) konvensional. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada cara kerja dan teknologi yang digunakan:
- HDD menggunakan piringan magnetik berputar (platter) dan kepala baca/tulis (actuator). Data disimpan secara mekanis, sehingga proses membaca dan menulis lebih lambat, rentan terhadap guncangan, serta menghasilkan suara bising.
- SSD menggunakan memori flash NAND, tanpa bagian mekanis yang bergerak. Ini membuatnya lebih cepat, lebih hemat energi, tahan terhadap guncangan, dan memiliki waktu akses lebih rendah.
Namun, SSD memiliki tantangan tersendiri, yaitu batas usia berdasarkan jumlah data yang bisa ditulis sebelum sel memori mulai mengalami degradasi. Inilah yang dikenal sebagai TBW (Terabytes Written).
Apa Itu TBW pada SSD?
TBW (Terabytes Written) adalah parameter yang menunjukkan jumlah total data yang dapat ditulis ke dalam SSD sebelum sel NAND mulai mengalami degradasi signifikan. Setiap SSD memiliki batas TBW tertentu, tergantung pada jenis dan teknologi memori yang digunakan.
Jenis NAND Flash | Daya Tahan (TBW) | Karakteristik |
---|---|---|
SLC (Single-Level Cell) | Sangat tinggi | Paling awet dan cepat, mahal |
MLC (Multi-Level Cell) | Sedang hingga tinggi | Kombinasi kecepatan dan ketahanan |
TLC (Triple-Level Cell) | Menengah | Paling umum digunakan di SSD konsumen |
QLC (Quad-Level Cell) | Rendah | Kapasitas tinggi, tetapi lebih cepat aus |
Contoh TBW dari Beberapa SSD Populer
Model SSD | Kapasitas | TBW |
---|---|---|
Samsung 970 EVO Plus | 500GB | 300 TBW |
Samsung 980 PRO | 1TB | 600 TBW |
WD Black SN850 | 1TB | 600 TBW |
Crucial P3 Plus | 2TB | 440 TBW |
Seiring bertambahnya data yang ditulis ke SSD, performanya bisa menurun, dan risiko kerusakan meningkat. Oleh karena itu, penting untuk mengecek TBW secara berkala.
Cara Mengecek TBW SSD
Ada beberapa cara untuk memeriksa TBW yang telah digunakan pada SSD, baik di Windows, macOS, maupun Linux.
1. Menggunakan CrystalDiskInfo (Windows)
CrystalDiskInfo adalah alat gratis yang dapat menampilkan informasi lengkap tentang kesehatan SSD, termasuk Total Host Writes, yang menunjukkan jumlah data yang telah ditulis.
- Unduh dan instal CrystalDiskInfo.
- Buka program, dan cari Total Host Writes.
- Bandingkan angka tersebut dengan TBW maksimal SSD Anda.
2. Menggunakan Samsung Magician (Windows)
Untuk pengguna Samsung SSD, aplikasi Samsung Magician adalah pilihan terbaik:
- Download Samsung Magician.
- Jalankan aplikasi dan periksa Total Bytes Written.
- Jika angka mendekati batas TBW SSD Anda, pertimbangkan untuk mengganti drive.
3. Menggunakan Smartmontools (Linux dan macOS)
Di sistem berbasis Unix seperti Linux dan macOS, Anda bisa menggunakan smartctl dari Smartmontools:
- Instal Smartmontools dengan perintah:
sudo apt install smartmontools # Untuk Ubuntu/Debian
brew install smartmontools # Untuk macOS (Homebrew)
- Cek SSD dengan:
sudo smartctl -A /dev/nvme0
- Cari bagian Data Units Written, yang mewakili jumlah data yang telah ditulis ke SSD.
Dampak TBW terhadap Kinerja SSD
Seiring bertambahnya data yang ditulis, beberapa masalah dapat muncul:
- Penurunan kecepatan tulis – SSD dengan TBW yang hampir habis cenderung mengalami penurunan performa.
- Wear leveling meningkat – SSD akan mencoba mendistribusikan penulisan ke seluruh sel NAND, tetapi semakin sedikit sel sehat yang tersisa, semakin sulit tugas ini.
- Kemungkinan data corrupt – Jika sel NAND mulai aus, data dapat menjadi tidak terbaca atau rusak.
Cara Memperpanjang Umur SSD
Untuk memastikan SSD tetap optimal dan memperpanjang umur TBW, lakukan beberapa langkah berikut:
1. Aktifkan TRIM
TRIM adalah fitur yang membantu menghapus blok data yang tidak digunakan secara efisien, sehingga memperpanjang umur SSD. Pada OS Windows: Pastikan TRIM aktif dengan mengetik di Command Prompt:
fsutil behavior query DisableDeleteNotify
Jika hasilnya 0, maka TRIM sudah aktif.
Untuk pengguna OS Linux, bisa menggunakan perintah: sudo fstrim -v /
2. Hindari Menulis Data Berlebihan
Jangan menggunakan SSD untuk tugas yang sangat berat seperti: Cache video editin – Sebaiknya gunakan HDD atau SSD khusus untuk ini.
Server database intensif – SSD NVMe enterprise lebih cocok untuk tugas ini.
3. Gunakan Over-Provisioning
Sebagian SSD mendukung over-provisioning, yaitu menyisakan sebagian kapasitas kosong untuk memperpanjang umur NAND. Cek melalui software bawaan SSD.
4. Jangan Gunakan SSD Hingga Penuh
Sisakan minimal 10-15% kapasitas kosong agar SSD dapat bekerja lebih efisien dan memperpanjang umur TBW.
5. Backup Data Secara Berkala
Meskipun SSD lebih andal dibanding HDD, kegagalan tetap bisa terjadi. Gunakan backup otomatis dengan layanan cloud atau HDD eksternal.
Penutup
SSD memamng memiliki banyak keunggulan dibandingkan HDD, tetapi memiliki batas usia berdasarkan TBW (Terabytes Written). Mengecek TBW secara berkala sangat penting untuk memastikan SSD tetap dalam kondisi optimal. Dengan perawatan yang baik seperti mengaktifkan TRIM, menghindari penulisan data berlebihan, dan menjaga kapasitas kosong, umur SSD bisa diperpanjang.
Jangan lupa untuk selalu melakukan backup data agar tidak kehilangan file penting jika SSD mengalami masalah. Dengan pemahaman ini, Anda bisa memastikan SSD tetap bekerja dengan performa maksimal selama mungkin.