· Jon Mukidi · Reviews · 3 min read
Novel Detektif yang Layak Dibaca: Mengapa Seri Cormoran Strike Patut Diperhitungkan?
Seri Cormoran Strike bukan sekadar novel detektif biasa. Apa yang membuatnya menonjol dan layak masuk dalam daftar bacaanmu?

Di dunia fiksi detektif, banyak nama besar seperti Sherlock Holmes, Hercule Poirot, dan Philip Marlowe. Namun, sejak 2013, ada satu detektif baru yang mulai menarik perhatian: Cormoran Strike, tokoh utama dalam seri novel karya Robert Galbraith (nama pena J.K. Rowling). Apa yang membuat seri ini unik? Mengapa penggemar novel misteri harus memasukkannya dalam daftar bacaan?
1. Detektif yang Jauh dari Kata Sempurna
Cormoran Strike bukan detektif jenius yang serba bisa. Ia adalah mantan tentara yang kehilangan satu kaki akibat ledakan di Afghanistan. Ia berjuang dengan keterbatasan fisik, keuangan yang pas-pasan, dan kehidupan pribadi yang berantakan.
Justru karena ketidaksempurnaannya inilah, Strike menjadi karakter yang lebih manusiawi dan menarik dibandingkan detektif klasik lainnya. Ia tidak selalu memiliki jawaban instan, tetapi kemampuannya dalam membaca orang dan menyusun teka-teki membuatnya menjadi penyelidik yang brilian.
2. Robin Ellacott: Mitra Cerdas dan Kompleks
Banyak novel detektif menampilkan asisten yang hanya berfungsi sebagai pendukung. Namun, Robin Ellacott lebih dari sekadar sekretaris atau pendamping.
Ia memiliki insting detektif yang tajam.
Ia memiliki latar belakang psikologis yang kuat, termasuk trauma pribadi yang memengaruhi cara ia memandang dunia.
Dinamika antara Robin dan Strike bukan sekadar hubungan profesional, tetapi juga berkembang menjadi sesuatu yang lebih emosional dan mendalam.
3. Kasus-Kasus yang Kompleks dan Berlapis
Setiap novel dalam seri Cormoran Strike menyajikan misteri yang unik, sering kali terinspirasi dari fenomena sosial di dunia nyata.
The Cuckoo’s Calling (2013) → Kasus kematian seorang supermodel yang tampaknya bunuh diri, tetapi sebenarnya penuh dengan intrik dunia mode.
The Silkworm (2014) → Misteri pembunuhan seorang penulis yang dikaitkan dengan novel kontroversialnya sendiri.
Career of Evil (2015) → Strike diburu oleh seseorang yang memiliki dendam masa lalu.
Lethal White (2018) → Skandal politik dan rahasia keluarga yang melibatkan pembunuhan bertahun-tahun lalu.
Troubled Blood (2020) → Kasus orang hilang selama 40 tahun yang mengguncang Strike dan Robin.
The Running Grave (2023) → Penyelidikan ke dalam sekte berbahaya yang menyembunyikan banyak rahasia.
Setiap kasus menuntut investigasi mendalam, penuh dengan karakter mencurigakan, petunjuk yang tersebar di sana-sini, dan kejutan di akhir cerita.
4. Realisme yang Kuat dalam Penceritaan
Tidak seperti banyak novel detektif yang menampilkan penyelidikan yang berjalan cepat dan penuh aksi, seri Cormoran Strike menawarkan pendekatan yang lebih realistis.
Penyelidikan berlangsung secara bertahap, mencerminkan bagaimana kasus-kasus kriminal di dunia nyata ditangani.
Hubungan antara karakter berkembang secara alami, tidak dipaksakan atau dibuat dramatis secara berlebihan.
Rowling sangat detail dalam membangun latar, membuat pembaca benar-benar merasa berada di dunia Strike.
5. Adaptasi TV yang Semakin Populer
Seri Cormoran Strike telah diadaptasi menjadi serial TV oleh BBC, dengan Tom Burke sebagai Cormoran Strike dan Holliday Grainger sebagai Robin Ellacott. Adaptasi ini semakin memperkuat daya tarik novel-novel ini dan memperkenalkan cerita Strike ke audiens yang lebih luas.
Seri Cormoran Strike menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar kisah detektif biasa. Dengan karakter yang kompleks, investigasi yang realistis, dan cerita yang terus berkembang, novel-novel ini menjadi pilihan tepat bagi siapa pun yang mencari misteri berkualitas tinggi.
Bagi penggemar Harry Potter yang ingin melihat sisi lain dari J.K. Rowling, atau bagi pecinta novel kriminal yang menginginkan sesuatu yang segar, Cormoran Strike adalah seri yang tidak boleh dilewatkan.
image: deadline