· Jon Mukidi · Reviews · 2 min read
Dari Harry Potter ke Cormoran Strike: Evolusi Gaya Menulis J.K. Rowling
Dari dunia sihir ke investigasi kejahatan, bagaimana perubahan gaya menulis J.K. Rowling dari Harry Potter ke seri Cormoran Strike?

J.K. Rowling dikenal sebagai pencipta dunia sihir Harry Potter, tetapi sejak 2013, ia mulai menulis novel kriminal dengan nama pena Robert Galbraith. Beralih dari fantasi ke misteri detektif tentu bukan hal mudah, tetapi Rowling berhasil menunjukkan kedalaman penulisannya dalam dua dunia yang sangat berbeda. Apa yang berubah dari gaya menulisnya? Apa yang tetap khas?
1. Fantasi vs. Realisme: Perbedaan Tema Besar
Harry Potter adalah cerita fantasi yang dipenuhi sihir, makhluk ajaib, dan petualangan di dunia yang berbeda dari kenyataan.
Cormoran Strike adalah cerita detektif yang realistis, berlatar di dunia modern tanpa elemen supernatural.
Di Harry Potter, tantangan utama datang dari kejahatan yang hampir mitologis, seperti Lord Voldemort. Di Cormoran Strike, konflik muncul dari masalah manusia biasa: pembunuhan, rahasia keluarga, dan kejahatan di dunia nyata.
2. Karakter yang Kuat dan Kompleks
Meskipun genre berbeda, ada satu hal yang tetap sama: karakter yang mendalam dan berkesan.
Harry Potter & Cormoran Strike: Keduanya adalah tokoh utama yang menghadapi kesulitan besar dalam hidup mereka. Harry adalah anak yatim piatu yang menemukan takdirnya sebagai penyihir terhebat, sementara Cormoran adalah veteran perang yang kehilangan kakinya dan harus berjuang sebagai detektif swasta.
Hermione Granger & Robin Ellacott: Keduanya adalah karakter perempuan yang cerdas dan kuat, selalu mendukung tokoh utama. Hermione berperan sebagai otak di trio Harry Potter, sedangkan Robin adalah asisten detektif yang berperan penting dalam setiap kasus Strike.
3. Gaya Penceritaan yang Detail dan Kaya Akan Petunjuk
Baik dalam Harry Potter maupun Cormoran Strike, Rowling selalu memperhatikan detail. Ia senang menyelipkan petunjuk kecil yang tampaknya tidak penting, tetapi nantinya menjadi kunci dalam cerita.
Dalam Harry Potter, misalnya, kalung horcrux yang sekilas disebut di buku kelima ternyata menjadi bagian penting di buku ketujuh.
Dalam Cormoran Strike, ada banyak percakapan dan objek kecil yang ternyata menyimpan petunjuk penting untuk memecahkan kasus.
4. Narasi yang Gelap dan Dewasa
Harry Potter memang dimulai sebagai kisah anak-anak, tetapi semakin lama ceritanya semakin gelap dan kompleks. Buku terakhir, Deathly Hallows, menampilkan peperangan, kematian, dan pengorbanan besar.
Cormoran Strike sejak awal sudah ditujukan untuk pembaca dewasa, dengan kasus-kasus yang lebih brutal, hubungan yang lebih kompleks, dan tema-tema psikologis yang lebih mendalam.
J.K. Rowling membuktikan bahwa ia bukan hanya “penulis fantasi”, tetapi seorang pengarang berbakat yang bisa sukses di berbagai genre. Ia tetap mempertahankan gaya bercerita yang kaya, karakter yang kuat, dan plot yang cerdas, tetapi mengadaptasinya ke dunia yang lebih realistis. Baik kamu penggemar Harry Potter atau pecinta novel detektif, perjalanan kreatif Rowling ini layak untuk diikuti.
image: biogunia