· Tutorial

Mantra Vibe Coding: Koleksi Prompt Praktis untuk Hidup yang Lebih Selow di 2026

Merangkum daftar instruksi 'ajaib' di Google Labs untuk membantu urusan harian, mulai dari jualan online sampai urusan kampus, tanpa perlu hardware mahal.

Mantra Vibe Coding: Koleksi Prompt Praktis untuk Hidup yang Lebih Selow di 2026

Kadang saya mikir, teknologi itu makin ke sini harusnya makin memudahkan, bukan malah bikin pusing dengan istilah yang aneh-aneh. Akhir Januari 2026 ini, saya banyak menghabiskan waktu di Labs buat “ngoprek” aplikasi-aplikasi kecil. Modalnya cuma browser di PC rumah yang speknya pas-pasan, atau malah cuma modal Android sambil nongkrong di warung, tapi hasilnya bisa bikin kerjaan seminggu kelar dalam satu sore.

Vibe Coding itu intinya adalah delegasi. Kita kasih tahu AI apa yang kita mau pakai bahasa tongkrongan, lalu biarkan dia yang pusing mikirin kodenya. Berikut adalah beberapa mantra atau prompt yang menurut saya bakal berguna buat siapa saja.

1. Si Asisten Rapat dan Kuliah (Anti-Ngantuk Mode)

Buat Anda yang sering terjebak rapat kantor berjam-jam atau mahasiswa yang dengerin dosen monolog, prompt ini adalah penyelamat agar kita tetap tahu intinya tanpa harus dengerin ulang rekamannya.

Prompt Vibe:

“Tolong buatkan aplikasi sederhana yang bisa dengerin rekaman suara ini, lalu buatkan ringkasan dalam bentuk poin-poin yang isinya cuma keputusan penting dan tugas yang harus dikerjakan saja. Tambahkan fitur buat bikin jadwal pengingat otomatis di kalender saya biar saya nggak lupa, pastikan tampilannya minimalis biar nggak berat di HP.”

Vibe-nya: Fokus ke eksekusi, bukan narasi panjang lebar.

2. Copywriter UMKM (Jualan Tanpa Pusing)

Buat teman-teman yang jualan di marketplace atau media sosial, bikin deskripsi produk yang menarik itu seringkali menguras otak. Pakai cara ini di Labs.

Prompt Vibe:

“Bangun alat bantu jualan yang bisa bikin deskripsi produk dari satu foto saja. Tolong buatkan tiga versi gaya bahasa: satu yang formal buat di web, satu yang santai buat di Instagram, dan satu yang ‘to-the-point’ buat di WhatsApp. Tambahkan juga daftar hashtag yang lagi ramai minggu ini, sesuaikan dengan bahasa lokal biar lebih akrab.”

Vibe-nya: Fleksibilitas bahasa sesuai lapak jualan.

3. Detektif Harga dan Stok (Hunter Barang Murah)

Sebagai orang yang hobi cari komponen PC bekas atau diskon susu anak, saya paling malas kalau harus cek satu-satu ke tiap toko online.

Prompt Vibe:

“Buatkan tracker harga buat barang-barang di daftar ini. Kalau ada toko yang turunin harga atau stoknya tinggal sedikit, tolong kasih tahu saya lewat notifikasi. Oh iya, tolong sortir juga berdasarkan ulasan pembeli yang paling jujur, buang semua komentar bot yang cuma puji-puji nggak jelas.”

Vibe-nya: Belanja cerdas tanpa kena zonk.

4. Penjaga Mood Tulisan (Filter Anti-Robot)

Ini favorit saya sebagai editor. AI memang pintar, tapi kadang tulisannya kaku banget. Saya butuh alat yang bisa kasih “nyawa” ke tulisan saya.

Prompt Vibe:

“Buat asisten tulis-menulis yang tugasnya cuma satu: baca draf saya, lalu hapus semua kalimat yang terdengar terlalu seperti AI atau terlalu formal. Ubah gayanya jadi lebih seperti obrolan orang di warung kopi, pakai tanda koma yang pas buat jeda, dan pastikan pesannya sampai tanpa terkesan menggurui atau sok tahu.”

Vibe-nya: Manusiawi, santai, dan tetap tajam.

5. Guru Privat Dadakan (Mode Ujian)

Buat adik-adik mahasiswa atau siapa pun yang lagi belajar hal baru, prompt ini bisa mengubah PDF materi yang tebal jadi kuis yang seru.

Prompt Vibe:

“Tolong baca materi PDF ini, lalu buatkan simulasi ujian singkat buat saya. Kalau jawaban saya salah, jangan cuma kasih tahu jawabannya, tapi jelasin konsepnya pakai analogi yang gampang, misalnya pakai analogi sepak bola atau masak-memasak biar saya yang otaknya lagi penuh ini cepat paham.”

Vibe-nya: Belajar tanpa stres, penjelasan yang membumi.

Tips: Jangan Kaku sama AI

Kunci dari Vibe Coding di tahun 2026 ini adalah jangan anggap AI itu sebagai mesin yang kaku, anggap dia seperti anak magang yang pintar tapi perlu diarahkan dengan jelas. Gunakan bahasa yang nyaman buat Anda, pakai tanda koma kalau memang itu yang bikin instruksi Anda lebih jelas, dan jangan takut buat minta revisi kalau hasilnya belum sreg.

Teknologi itu alat, kitalah bosnya. Mau pakai laptop jadul atau PC rakitan, yang penting ide kita jalan terus, dan kopinya tetep tubruk kasar bukan sachet.

Komentar

Artikel terkait

Lihat semua »